“Beyond Life” Solo Exhibition by Yoes Rizal

This time, I write the post in Bahasa Indonesia. This is a review I write by myself and express my own view.

BEYOND LIFE: Pameran Tunggal Yoes Rizal

Ekspresi Kehidupan Seniman

Di Galeri Cipta III TIM, Jakarta berlangsung Pameran Tunggal Yoes Rizal “BEYOND LIFE” dari 18 – 30 April 2013. Pameran ini dibuka oleh Fadli Zon, seorang tokoh politik dan kebudayaan. Dalam pembukaannya, Fadli Zon menceritakan secara singkat tentang kehidupan Yoes Rizal, mulai dari kelahiran Yoes sampai bagaimana Yoes memilih ekspresionisme sebagai aliran lukisannya.

Yoes lahir di Palembang, 24 April 1956. Ia adalah lulusan Seni Rupa ITB tahun 1985. Sebelum menjadi pelukis, Yoes memilih bekerja kantoran di bidang advertising selama kurang lebih 5 tahun dari 1987 sampai 1992. Pekerjaan kantoran ternyata membuat Yoes bosan dan merasa identitasnya hilang. Yoes pun kembali ke jalur seni murni. Ternyata, Yoes keranjingan melukis. Ia merasakan bahwa inilah napas hidupnya. Baginya melukis tidak sekedar untuk mencari nafkah namun demi keseimbangan hidup.

Sebagaimana seniman lainnya, Yoes pun mengalami proses metamorfosis dalam berkarya. Dia berangkat dari jalur realisme, kemudian ke figuratif, hingga terakhir saat ini dia sedang asyik di jalur ekspresionisme abstrak.

Dalam eksplorasinya, Yoes melukiskan tubuh manusia sebagai objek utama. Dia tidak terjebak dalam dogma nuditas yang menyajikan human nature sebatas permukaan, klise atau berdasarkan stereotipe tertentu, seperti yang dilakukan oleh senior – senior Yoes jaman dahulu. Dalam lukisannya yang berjudul “Tiga Figur” dan “Tari”, Yoes menyajikan bentuk tubuh manusia nude, namun nuditas itu bukanlah fokus utamanya melainkan penonton diajak melihat sisi filosofis, estetika, dan jiwa dari lukisan itu sendiri. Dia juga menyisakan banyak ruang kosong. Ruang kosong ini tidak menjadikan lukisan itu terasa hampa, malah membuat karyanya terlihat harmonis sebagai perpaduan ruang yang penuh dengan garis bentuk dengan ruang kosong sehingga mata tidak merasa “kepenuhan” ketika menikmatinya.

Ekspresionisme bagi Yoes merupakan kecenderungannya untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun sensasi dari dalam yang biasanya dihubungkan dengan kekerasan atau tragedi. Bentuk bukanlah fokus utama, melainkan jiwa yang tertuang di atas kanvas itu sendiri. Ada kecenderungan dari Yoes untuk pembebasan diri (individualisasi) dalam berekspresi. Dia sadar akan pengorbanan diri, introspeksi dan menjauhkan diri. Tengok saja lukisan Yoes yang berjudul “Sick”, “Menggeletak”, atau “Apa Saja Lah”. Ketiga lukisan itu – di antara 26 lukisan lainnya – sangat mewakili perasaan Yoes yang boleh dikatakan sebagi ungkapan emosi terdalam dan imajinasinya mengenai perjalanan hidupnya selama 57 tahun ini.

Karya Yoes Rizal dalam pameran tunggal ini juga dipengaruhi sedikit banyak oleh Jackson Pollock (1912 – 1956), seorang maestro abstrak ekspresionisme Amerika yang ahli dalam bidang drip painting. Ciri Abstrak ekspresionisme ini bisa terlihat dari karya Yoes yang berjudul “Arus”, “Triliun”, dan “Mall”. Tak jarang Yoes Rizal banyak mengetengahkan perpaduan warna yang bersifat musikal. Terkadang dalam perwujudan garis – garis yang mengering dan di kombinasikan dengan pewarnaan yang lembut puitik.

Yoes Rizal bukanlah seniman baru. Pengalaman pameran Yoes sudah merambah sampai Amerika. Ia pernah berpameran di Red Mills Gallery, Vermont tahun 2000, Pi Gallery, Kansas City tahun 2006 dan Side Street Gallery, North Carolina tahun 2007. Penghargaanya pun bejibun, diantaranya adalah Certificate from Paris American Academy (1984), Certificate of Recognition from Philip Morris Asia Limited (1999), Freeman Foundation Award, artist Resident at Vermont Studio Center (2000), dan Asian Artist Honorable Mention Grant, The Freeman Foundation (2001).

Advertisements

About Joned Rahadian

I am Joned, 23 y/o. I am a fine artist. Joned ^_^

Posted on April 20, 2013, in Art News, Exhibition and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: